Wonogiri – Komitmen
MTs Negeri 1 Wonogiri dalam mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas
dari Korupsi (WBK) semakin nyata. Hal ini terlihat dari keterlibatan
langsung Kepala Madrasah dalam setiap tahapan pembangunan ZI WBK, mulai dari
perencanaan program, pendampingan pokja, hingga evaluasi pelaksanaan kegiatan.
Dalam beberapa agenda
resmi, Kepala Madrasah hadir tidak hanya sebagai pengarah, namun juga sebagai
motivator sekaligus pengendali mutu pelaksanaan reformasi birokrasi di
lingkungan madrasah. Ia memastikan seluruh indikator ZI WBK dipahami,
dijalankan, dan didukung oleh bukti nyata yang dapat diverifikasi.
“Pembangunan Zona
Integritas bukan pekerjaan satu dua orang, tetapi kerja kolektif yang
membutuhkan keteladanan pimpinan. Kepala madrasah harus ada di garis depan,
memberikan contoh, memastikan arah kebijakan tepat, dan mengawal setiap langkah
perubahan,” tegasnya saat memimpin rapat koordinasi terbaru terkait ZI WBK.
Keterlibatan tersebut
tercermin dalam sejumlah langkah strategis, di antaranya:
Ketua Tim ZI WBK MTsN
1 Wonogiri menyampaikan bahwa kehadiran Kepala Madrasah menjadi kekuatan moral
sekaligus penggerak utama perubahan. Dengan dukungan penuh pimpinan, setiap
pokja merasa lebih percaya diri menjalankan tugas dan mampu bekerja lebih terarah.
Selain memimpin
jalannya pembangunan ZI di internal madrasah, Kepala MTsN 1 Wonogiri juga aktif
melakukan komunikasi eksternal dengan berbagai pihak, termasuk komite madrasah
dan wali peserta didik. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat dukungan publik
dan memastikan bahwa reformasi birokrasi yang dilakukan benar-benar memberi
manfaat bagi masyarakat.
Dengan keterlibatan
langsung pimpinan, MTsN 1 Wonogiri semakin optimistis mampu meraih predikat WBK
pada penilaian mendatang. Lebih dari sekadar gelar administratif, madrasah
berharap keberhasilan ini menjadi tonggak perubahan yang melahirkan budaya layanan
pendidikan yang bersih, profesional, dan terpercaya.
MTsN 1 Wonogiri kini menegaskan posisinya sebagai madrasah yang tidak hanya berprestasi dalam akademik, tetapi juga siap menjadi model tata kelola berintegritas di lingkungan pendidikan