Sejarah

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Wonogiri memiliki sejarah panjang dan berliku, dimulai dari inisiatif masyarakat hingga menjadi lembaga pendidikan formal yang diakui pemerintah. Pendiriannya tidak lepas dari semangat dan keinginan masyarakat Wonogiri untuk memiliki lembaga pendidikan Islam yang berkualitas.

Masa Awal dan Pendirian (1960-an)

Cikal bakal MTsN 1 Wonogiri berawal pada tahun 1967. Saat itu, belum berstatus negeri, melainkan merupakan lembaga pendidikan yang didirikan oleh Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Wonogiri. Semangat untuk memberikan pendidikan agama dan umum kepada generasi muda Wonogiri menjadi pendorong utama didirikannya madrasah ini. Pada masa itu, madrasah masih merupakan lembaga yang sederhana, dengan fasilitas yang terbatas, namun semangat belajar dan mengajar sangat tinggi.

Sejarah MTs Negeri 1 Wonogiri berakar dari lembaga pendidikan yang bernama Pendidikan Guru Agama Pertama (PGAP).

Masa Awal dan Transisi (PGAP ke MTs N)

  • Tahun 1963: Didirikan sebagai Pendidikan Guru Agama (PGA).
  • Tahun 1973: Lembaga ini mengalami kekurangan tenaga guru.
  • Tahun 1977-1978: Nama PGAP digunakan untuk program pendidikan selama 4 tahun.
    • Pada masa ini, sekolah mengalami kondisi sepi dan kurang diminati masyarakat Wonogiri.
    • Di lokasi yang sama di Jalan Pelem (dekat Pabrik Air Mancur, Timur Pasar Wonogiri) dengan luas tanah 1200 m², terdapat beberapa program: PGAP Negeri (kelas 2, 3, 4), MTs awal (kelas 1), dan PGA swasta (kelas 4, 6), dengan total sekitar 80 murid untuk 6 tingkatan.
  • Tahun 1978: Terjadi perubahan dan PGAP mulai dihabiskan.
    • Kelas 1 yang baru dibuka sudah bernama MTs Negeri, sementara siswa kelas 2, 3, dan 4 masih meneruskan program PGAP.
    • Secara bertahap, PGAP dihilangkan hingga semua kelas menjadi MTs N. Pada masa transisi sempat terjadi dua ujian, yaitu ujian kelas 4 PGAP dan ujian kelas 3 MTs N.
    • Pada tahun yang sama, PGA juga berubah menjadi Madrasah Aliyah.
  • Periode Transisi: Para guru mulai aktif melakukan pembenahan, dakwah, dan kampanye untuk memperkenalkan MTs N, yang berhasil meningkatkan minat masyarakat. Jumlah siswa kelas 1 yang awalnya 13-14 anak, pada tahun berikutnya melonjak hingga 40 anak, dan sekolah pun bisa membuka 4 kelas. Peningkatan ini bahkan membuat sekolah harus mulai menolak pendaftar.

Pembangunan Gedung Baru di Tandon

  • Tanah awal yang berlokasi di Jalan Pelem dengan luas 1200 m² tidak memenuhi syarat minimum untuk mendapat bantuan proyek pembangunan gedung dari pemerintah.
  • Untuk mengatasi masalah lahan, dilakukan pembelian tanah di daerah Giriwono/Tandon melalui skema angsuran. Sebagian dana awal pembelian tanah diperoleh dari infaq beasiswa yang diterima oleh beberapa murid PGA 6 tahun.
  • Pembelian tanah ini melibatkan upaya para guru dan dibantu oleh pihak lain. Sebagian tanah yang luas di Giriwono kemudian dijual kapling-kapling kepada warga untuk melunasi biaya pembelian tanah.
  • Sekitar Tahun 1982/1983: Setelah syarat lahan terpenuhi, bantuan dari pemerintah turun dan mulai dibangun gedung baru di Tandon. Awalnya didirikan 3 lokal kelas dan 1 kantor, dan terus bertambah.
  • Penerimaan siswa baru sempat dilakukan di dua lokasi: Jalan Pelem dan Tandon. Secara bertahap, seluruh kegiatan sekolah dipindahkan ke lokasi baru di Tandon, dan lokasi lama di Jalan Pelem dimanfaatkan untuk kegiatan lain.
  • Tahun 1985: Sekolah masih berlokasi di daerah Kajen. Satu atau dua tahun kemudian, lokasi kelas 1 pindah ke Joho/Tandon.

Kepemimpinan dan Pengembangan Program

  • Kepala Sekolah (Secara Berurutan): Pak Jubaedi (Kepala PGAP pertama), Pak Mustolkhah (saat menjadi MTs), Pak Abdurrahman, Pak Sanuri, disusul Kepala Sekolah dari Klaten, dari Solo, dan kemudian Pak Rosyad, dan selanjutnya Pak Dulmanan.
  • Tahun 1997: Terjadi penegerian 4 MTs di Wonogiri (Manyaran, Mento, Purwantoro, dan Nguntoronadi).
  • Awal 2000-an: Sekolah sempat mengalami penurunan jumlah siswa, dengan kondisi yang memprihatinkan.
  • Tahun 2014/2015: Dengan visi yang sama antar guru, digagaslah konsep Program Khusus (PK). Program ini berfokus pada Tahfidz dengan komposisi Bahasa Inggris, sebagai upaya untuk menarik minat masyarakat dengan kegiatan berbasis agama.
  • Sekolah melakukan berbagai upaya, termasuk terjun langsung mencari murid ke sekolah-sekolah dasar/MI, mengadakan seleksi untuk kelas PK, serta mengadakan training dan motivasi bagi siswa dan wali murid.
  • Dampak Program Khusus: Dalam 2-3 tahun, prestasi akademik dan akhlak siswa PK meningkat, yang menyebabkan lonjakan signifikan pada minat wali murid untuk menyekolahkan anaknya di MTs N.

Era Reformasi dan Peningkatan Kualitas (2000-an - Sekarang)

Memasuki era reformasi dan otonomi daerah, MTsN Wonogiri terus beradaptasi dan berinovasi. Fokus tidak hanya pada peningkatan kuantitas, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan. Berbagai program dan kebijakan baru diterapkan untuk meningkatkan kompetensi guru, memperbaiki kurikulum, serta memperbanyak fasilitas pendukung pembelajaran.

Pemberian akreditasi A secara berkelanjutan, salah satunya pada tahun 2018 dengan nilai 94, menjadi bukti komitmen MTsN 1 Wonogiri dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikannya. Penggunaan sistem seperti SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) untuk pembangunan fasilitas vital seperti Ma'had/Asrama Madrasah menunjukkan adaptasi madrasah terhadap program pemerintah dalam pengembangan infrastruktur pendidikan.

Identitas dan Visi Masa Depan

Saat ini, MTsN 1 Wonogiri dikenal luas sebagai salah satu madrasah unggulan di Kabupaten Wonogiri dan Jawa Tengah. Dengan lokasi strategis di Jalan Tandon, Giriwono, Kecamatan Wonogiri, MTsN 1 Wonogiri terus berupaya mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, berkarakter Pancasila, dan mencintai Al-Qur'an.

Dari sebuah inisiatif sederhana di tahun 1967, MTsN 1 Wonogiri telah bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang kokoh dan berprestasi, terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia yang religius dan kompeten bagi bangsa.