Wonogiri, 12 April 2026 β Upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Try Out Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tingkat SD/MI yang digelar oleh MTsN 1 Wonogiri bekerja sama dengan New Primagama Wonogiri. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (12/4) ini menjadi magnet bagi ratusan siswa dari berbagai sekolah di Wonogiri dan sekitarnya.
Berdasarkan data panitia, jumlah pendaftar mencapai 698 siswa, dengan 661 peserta hadir mengikuti ujian. Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesiapan akademik sejak jenjang sekolah dasar, khususnya dalam menghadapi asesmen berbasis kompetensi seperti TKA.
Pelaksanaan try out ini dirancang menyerupai kondisi ujian sesungguhnya, dengan materi yang mencakup Bahasa Indonesia dan Matematika. Selain sebagai sarana evaluasi, kegiatan ini juga menjadi ruang pembinaan mental kompetitif siswa dalam menghadapi seleksi pendidikan ke jenjang berikutnya.
βMelalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang pola soal sekaligus membangun kepercayaan diri mereka,β ujar Kepala MTsN 1 Wonogiri, Kusun Dahari, S.Pd.I., M.S.I.
PERSAINGAN KETAT DI PAPAN ATAS
Hasil penilaian menunjukkan persaingan yang sangat ketat. Empat peserta berhasil meraih nilai sempurna 150,00, menandakan kualitas akademik yang merata di kelompok teratas.
Peringkat pertama diraih oleh Afi Ahmad Nur Syafiqoh dari MI Al Iman Ngadirojo. Disusul Chelsky Aulia Evitasari (SD Negeri 2 Nambangan), serta dua peserta yang berbagi posisi ketiga yakni Nevina Callia Rheva (SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta) dan Iftina Assyabiya Rafifa (SDIT Al Huda Wonogiri), yang seluruhnya mencatatkan nilai identik.
Sementara itu, selisih nilai yang tipis juga terjadi pada peringkat berikutnya, menunjukkan bahwa kompetisi berlangsung sangat kompetitif hingga posisi sepuluh besar. Hasil selengkapnya dapat di cek pada laman berikut ini : HASIL Try Out TKA
STRATEGI PROMOSI SEKALIGUS PEMBINAAN
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang uji kemampuan, tetapi juga menjadi bagian dari strategi institusi dalam memperkenalkan lingkungan pendidikan kepada calon peserta didik baru. MTsN 1 Wonogiri memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan kualitas pembelajaran, fasilitas, serta pembinaan ekstrakurikuler yang dimiliki.
Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan semacam ini dinilai penting untuk menjembatani transisi siswa dari jenjang SD/MI menuju pendidikan menengah pertama, sekaligus mendorong budaya belajar yang lebih kompetitif dan terarah.
DOORPRIZE DAN DAYA TARIK PARTISIPASI
Untuk meningkatkan partisipasi, panitia juga menyediakan berbagai doorprize dengan hadiah utama berupa sepeda listrik, serta hadiah lain seperti kulkas, sepeda gunung, kipas angin, magicom, dan perlengkapan sekolah. Strategi ini terbukti efektif dalam menarik minat peserta sekaligus menciptakan suasana kegiatan yang lebih semarak.
PUNCAK MATSAGIRI FEST 2026
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, try out ini juga menjadi bagian dari puncak Matsagiri Fest 2026, sebuah agenda tahunan MTsN 1 Wonogiri. Dalam rangkaian tersebut, berbagai penampilan seni dan ekstrakurikuler ditampilkan, mulai dari tari tradisional, pencak silat, hingga pertunjukan musik, yang mencerminkan keberagaman potensi siswa.
Kehadiran unsur hiburan ini memberikan keseimbangan antara aspek akademik dan pengembangan bakat, sekaligus memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian nilai, tetapi juga pada pembentukan karakter.
DORONGAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
Ke depan, MTsN 1 Wonogiri berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inovatif yang mampu meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing peserta didik.
βKami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memberi manfaat luas, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi dunia pendidikan di Wonogiri,β kata Kusun Dahari.
Dengan antusiasme tinggi dan penyelenggaraan yang terstruktur, kegiatan ini menjadi indikator positif bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan formal dan bimbingan belajar mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
π¬ Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!